BUSERTRANS.COM

Mereka yang Tak Larut Euforia Mudik

23/04/2022 20:25

Buser trans.-

Bagi para perantau, Lebaran menjadi momen yang dinanti untuk bisa bercengkrama dengan keluarga serta melepas rindu. Namun, hal itu tidak berlaku bagi Reza Rahmadiansyah, perantau yang sudah meninggalkan kampung halamannya di Kebumen, Jawa Tengah, selama lebih dari 12 tahun. Selama itu pula, tujuh kali sudah Reza absen dari ritual mudik.

“Guenggak terlalungitungin. Kalau nggak salah, ya,udahsekitar tujuh kali nggak pulang kampung (ketika Lebaran),nih,” kata Reza saat dihubungi Buser trans beberapa waktu lalu.

Merasakan suasana Jakarta yang lengang karena ditinggal sebagian penghuninya mudik malah menjadi daya tarik tersendiri bagi Reza. Mungkin karena selama ia bekerja di salah satu perusahaan BUMN di Jakarta, laki-laki berusia 34 tahun ini sulit menikmati waktu istirahatnya. Sehingga di saat hari libur Lebaran tiba, yang ia inginkan justru bersantai seharian di apartemen sewaannya atau mengunjungi tempat di ibu kota yang belum sempat ia datangi.

Malahan, Reza sangat menikmati Lebaran dua tahun belakangan ini di tengah pembatasan karena pandemi COVID-19. Reza tidak perlu keluar rumah sama sekali. “BuatgueLebaran palingenjoyableitu dua tahun kemarin.Gue bener-benernggak ke mana-mana, cumangendondi kamaraja.Emangdasar anaknya introvert juga kayaknya, jadi nggak terlalu sukangumpul-ngumpul,” kata Reza.

Bagi anak kedua dari dua bersaudara ini, ritual mudik sangat merepotkan karena ia harus berjuang dan bermacet-macetan di jalan. Dia juga merasa tidak terlalu dekat dengan sanak saudaranya. Jika tidak mudik pun artinya menghemat biaya karena Reza tidak perlu keluar biaya amplop lebaran untuk keponakannya.

“Saudara dari bapakgueterutama, ya, astaga banyakbanget. Bapakgue10 bersaudara jadibayangin ajaberapa banyak orang kalau lagingumpul. Mungkin karenaguejarang ketemu mereka, jadigue-nya malahngerasaasing,” ucap Reza. Apalagi Reza tak betah jika harus meladeni beragam pertanyaan dari paman dan bibi yangkepoperihal pekerjaan dan hubungan asmaranya.

Meski tak ikut dalam gelombang mudik, bukan berarti ia sama sekali tidak pulang kampung. Justru di lain waktu Reza sengaja mengambil cuti untuk bertemu keluarga ayah dan ibunya.“Biasanyaguepulang kalau bapak dan ibugueulang tahun. Justruguengerasabisa lebihquality timesama keluarga kalau pulangnya nggak pas Lebaran. Lebih ada banyak waktu buat ngobrol sama bapak-ibu. Kalau lagi Lebaran, bapak sama ibu malah sibukngeladenintamu,” katanya.

Nurdin Senjaya