BUSERTRANS.COM

Paket Wisata Mengundang Turis Manca Negara

24/06/2021 16:14

Pangandaran, Buser Trans.

Untuk mengisi Kabupaten Pangandaran sebagai destinasi wisata berkelas dunia, harus ribuan turis asing didatangkan ke Pangandaran.

Sebagaimana yang di katakan mantan guide destinasi obyek wisata Pangandaran, Anton As, warga Desa Sukaresik Kecamatan Sidamulih, Kamis ( 24/06/2021 ), bahwa strategi cara mendatangkannya yaitu, harus dengan undangan yang berisi paket wisata beserta jaminan keamanan dari Polri, dan dibagikan di negara mereka disertai dengan brosur paket wisata yang lengkap, misalnya selama sebulan kunjungan di indonesia.

" Kita harus buat itenerarry dulu, isi paket tour misalnya : start dari jakarta - bogor - bandung - pangandaran - wonosobo - jogjakarta borobudur dan prambanan temple - solo - gunung bromo - bali - mataram lombok dan bali lagi kemudian terus terbang pulang ke negara asalnya," ungkapnya.

Harus ada gambaran lengkap kegiatan selama di jakarta, bogor, bandung, pangandaran hingga bali.

" Yang dimaksud dengan kegiatan yaitu, harga sewa per jenis hotel, jarak dari hotel ke tempat wisata yang ingin dikunjungi, kendaraan, harga tour, harga jenis makanan termasuk harga barang cindramata , deskripsi singkat tentang ojek wisata yang dikunjungi beserta panduannya,"kata Anton.

Menurut Anton, Informasi kegiatan harus dibuat sesuai dengan bahasa negara masing-masing, dan kita kirimkan kepada mereka. Anda bisa menggunakan biro perjalanan negara mereka dan atau kita terlebih dahulu menghubungi kedutaan mereka di jakarta.

" Harus diingat oleh kita, bahwa kedatangan mereka ke indonesia itu harus diundang, karena setidaknya satu tahun dan kadang-kadang dua tahun setelah mereka tertarik untuk datang ke indonesia, terlebih dahulu mereka baru akan merencanakan dengan mempersiapkan jumlah hari libur serta keuangan mereka,"terangnya.

Anton menambahkan, jika promosi pariwisata tidak dilakukan pada tahun 2021, berarti pada tahun 2022 dan 2023 tidak akan ada turis asing yang datang ke pangandaran/ Indonesia.

Begitu juga jika promosi pariwisata kita tidak dilakukan pada tahun 2022 dan 2023, berarti sampai tahun 2025 tidak akan ada turist asing yang datang ke pangandaran, dan semua itu dulu pernah saya lakukan bersama menparpostel jenderal susilo sudarman,"ungkapnya.( Ateng Jaelani ).